Saudi Berusaha Keluar dari Tekanan Internasional -->
Cari Berita

Advertisement

Saudi Berusaha Keluar dari Tekanan Internasional

SoboLangit.com
Selasa, 27 November 2018


Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memimpin pertemuan pertama Komite Dinas Intelijen Arab Saudi pada hari Kamis, 25 Oktober 2018.

Pertemuan tersebut digelar untuk mereformasi badan rahasia Arab Saudi itu sejak kasus kontributor The Washington Post Jamal Khashoggi mencuat dan menuai perhatian dunia.

Arab Saudi, terutama MBS didera tekanan keras dunia menyusul pembunuhan keji terhadap Khasoggi di Konsulat Arab Saudi di Turki.

Untuk keluar dari tekanan internasional dan menyelamatkan MBS yang memiliki peluang mencapai kursi kerajaan Arab Saudi ini, Raja Salman dan putranya itu melakukan beberapa strategi:

Pertama, mereka membantah pembunuhan terhadap Khashoggi oleh tim yang dikirim dari Arab Saudi, namun akhirnya mereka terpaksa mengakuinya setelah otoritas Turki memberikan bukti.

Meski telah mengakuinya, namun Riyadh berusaha mengatur cerita agar MBS tidak dikaitkan dan bahkan dibebaskan dari kejahatan tersebut. Ternyata, upaya itu gagal, bahkan sekutu dekat Arab Saudi sendiri tidak mempercayainya.

Ketidakpercayaan tersebut dapat dilihat dari ketidakhadiran pejabat penting dari negara-negara sekutu Arab Saudi dalam konferensi investasi Future Investment Initiative (FII) atau "Davos in the Desert" di Riyadh yang dimulai pada Selasa, 23 Oktober 2018.

Tuntutan Jerman untuk dilakukan penyelidikan nyata juga menunjukkan ketidakpercayaan sekutu Arab Saudi atas cerita yang dikarang rezim Al Saud mengenai pembunuhan keji terhadap Khashoggi.
Cara kedua untuk menyelamatkan MBS dari tekanan internasional adalah dengan melaksanakan proyek "mengorbankan orang-orang bawahan." Mayoritas diktator, ketika kejahatannya terungkap, mereka akan mengorbankan orang-orang bawahannya. Raja Salman juga menggunakan cara ini untuk menyelamatkan putranya.

Raja Salman memerintahkan pencopotan Ahmed al-Asiri dari posisinya sebagai Wakil Kepala Dinas Intelijen Arab Saudi. Saud al-Qahtani juga dipecat dari Penasihat Istana Kerajaan Arab Saudi dan beberapa jabatan penting lainnya di dinas intelijen.

Pemecatan tersebut dilakukan ketika adahal al-Asiri dan al-Qahtani adalah orang-orang MBS yang memperoleh perintah untuk membunuh Khashoggi. Terkait hal ini, Senator Amerika dari Partai Republik Rand Paul mengatakan, tidak ada kejadian apapun di Arab Saudi tanpa sepengetahuan dan izin MBS.

Langkah ketiga Raja Salman dan MBS untuk mengurangi tekanan internasional adalah mereformasi Badan Intelijen Arab Saudi.

Menyusul meningkatnya tekanan internasional, Raja Salman pada tangagl 20 Oktober 2018 memerintahkan pembentukan sebuah komite yang dipimpin MBS untuk merombak struktur dinas intelijen.

Menurut surat kabar Arab Saudi, Asharq al-Awsat, pertemuan pertama Komite Dinas Intelijen Arab Saudi dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Oktober 2018.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai reformasi dinas intelijen, evaluasi situasi saat ini, persoalan struktur internal, langkah dan strategi dan rekrutmen. Strategi Raja Salman ini tidak hanya sebagai upaya untuk menyelamatkan putranya dari keterlibatan sebagai perancang pembunuhan Khashoggi tetapi juga sekaligus menunjuk MBS sebagai ketua komite tersebut.

Upaya penyelamatan putranya tersebut dilakukan Raja Salman ketika opini publik dunia dan pejabat senior negara-negara Barat meyakini bahwa MBS berada di balik pembunuhan mengerikan terhadap Khashoggi. 

Oleh kerena itu, meskipun dilakukan reformasi dalam struktur Dinas Intelijen Arab Saudi, namun langkah ini akan seperti reformasi yang dilakukan MBS dalam satu tahun terakhir, yaitu reformasi yang dibarengi dengan kekerasan politik dan penangkapan.